Pengalaman Guru yang Terbaik

Wednesday, September 29, 2021

 saat ini saya berada di masa sulit 

dimana segala yang aku rasa mungkin sedang tidak baik-baik saja 

pernah gak sih merasa sakit dan kecewa menjadi orang yang tidak terpilih ? 
kemudian berfikir panjang menjadi "apa ini ada yang terasa salah pada diri saya"?
semua gema yang meracuni otak saya bahwa saya ini yang bertindak bodoh dan salah. 
Ketika saat itu memutuskan untuk tegas dan merasa sok bisa menghadapi kenyataan yang mungkin pahit dan getir yang akan di terima saat saat saya bertanya "kita ini sedang dikeadaan seperti apa, kok rasanya menggantung itu menyakitkan ?" 
semua yang saya lakukan itu hanya mencari tahu apa jawabannya dalam doa saya.
walaupun mungkin saya sudah menerka takdir dihari itu. 

Mungkin kalau saja sedikit lebih sabar untuk tidak berusaha mencari jawaban yang menyakitkan itu, sekarang masih bersama dia. 
Mungkin kalau saja aku mengambil keputusan pintanya untuk datang saja ke rumah orangtuanya tanpa dia ceritanya ada berbeda dan sudah ada titik terang

mungkin saja kalau aku tidak menekannya yang membuat dia gelisah dan membiarkan dia bersama waktu yang dia mau. jawaban yang melukai tidak akan pernah aku dengar 

Mungkin saja ...


Tuesday, January 19, 2021

sedang berusaha

 11 agusutus 2020


saat ini saya sedang menjaga perasaan yang entah untuk dia yang aku di gantungkan harapan di tahun ini. setelah sebelumnya aku , pernah kecewa yang mendalam hingga ku lupa tujuan hidupku. 
saya begitu menyesali kepada dirimu yang tak ingin ku ingat lagi. Mengapa begitu bodohnya aku. bahkan ingin dengar namamu saja sekalipun tidak.
namun proses kecewa itu berbuah manis dan kini aku menikmati hasil kekecewaanku membuang jauh rasa itu untuk terus berontak bangkit yang aku ingini
hingga dengan pencapainku sekarang karena doa kedua orang tua, saudara, dan lain-lain 
walaupun aku bosan mendengar pintanya orang tua ku untuk segera dan segera membuat aku gerah.


segala usaha dengan diam aku. juga ingin ku mengakhiri ini untuk menemukan jawaban yang menjadi pertanyaan besarku. 

salah satunya yang kusebut dia, yang kukenal hanya sebatas dunia sekejap jentik jari.
jari yang memiliki peran banyak, mengubah persepsi dia dan aku. 
 Keinginan aku untuk membuka dia menjadi harapan setelah aku membaca semua data dirinya dari kepribadian tulisannya yang terbuka untuk siapa saja. Mengenali dia dari titik koma yang ku baca. Asyik dalam penggambaran wujud yang ku terka namun masih abu. Semua yang sedang ku usahakan hanya bisa kusambut dalam sujud. 

Ah ... mungkin saja . Dia yang ku semogakan Engkau kabulkan kali ini. 









Tuesday, November 10, 2020

wahai hati bersabarlah

Aku mungkin terlalu ingin memiliki hingga terkadang lupa dimana posisiku. 
Namun, logika meyakinkanku "tak mengapa, jika ingin mengabulkan rindumu namun jangan terlalu larut, maka cepatlah beranjak."

Dear hati, tenanglah dan bersabarlah. 
Kamu hanya perlu melatih kebiasaanmu ini. 
Cobalah tenangkan dan fokuslah apa yang kamu ingin lakukan.

semoga dia yang kamu semogakan, ikut merasakan apa yang kamu alami. 
Sabar dan ikhlaslah dari dini agar kamu terlatih membiasakan diri walau tanpa kabar dari dia . Tanamkanlah dia belum milikmu

Sunday, December 31, 2017

31122017

Aku pernah merasa lelah dan kalah.
Sampai-sampai tak ada jalan yang aku tuju.

Sunday, December 3, 2017

Pengalaman berobat mata (kacamata) dengan subsidi BPJS

Berawal dari ibu saya yang mengalami kendala dalam penglihatan memutuskan untuk berobat dengan mengunakan BPJS agar mendapat keringanan biaya.

Pertama, ibu saya berobat di faskes tingkat 1 yaitu puskesmas atau klinik.

Faskes tingkat 1 ibu saya adalah puskesmas yang tidak ada fasilitas untuk pengobatan mata sehingga dokter memberikan rujukan untuk ke rumah sakit HGA depok.

Surat rujukan sudah didapat dari puskesmas kemudian kami langsung ke rumah sakit HGA untuk pemeriksaan tensi kemudian mengantre untuk pemeriksaan dokter mata.

Ibu saya mendapatkan resep dokter dan surat keterangan pembuatan kacamata ke optik kemudian surat tersebut dibawa ke kantor BPJS guna disetujui oleh pihak BPJS.

Setelah mendapatkan persetujuan dari BPJS kami mendapatkan 5 daftar toko optik untuk pembuatan kacamata yang bekerja sama oleh BPJS. Surat tersebut adalah adanya subsidi dari BPJS sebesar Rp. 200.000,- untuk kelas 2.

Kami memilih salah satu optik yang menurut ulasan google recomended yaitu optik socca di itc depok.
Setelah memberikan resep dari dokter ibu saya dikenakan biaya lensa sebesar Rp 350.000,- dan biaya bingkai/frame Rp. 150.000,- jadi totalnya Rp 500.000,- dan hasil nego dapat potongan jadi Rp 450.000,- (total biaya optik tanpa biaya BPJS)

Total Rp. 450.000 - Rp 200.000,- (subsidi BPJS ) = Rp. 250.000,- yang dibebankan ibu saya.

Demikian pengalaman saya semoga bermanfaat.
Terima kasih

Thursday, November 30, 2017

Hanya rindu

Aku seperti pernah berada dekat dengan kamu
Begitu dekat
Sama seperti waktu itu
Aku sampai menelan ludah tak berkesudahan
Menahan gugup tak terbendung
Kemudian sunyi dan gelap sampai aku membuka mata tersadar kalau ini hanya aku rindu - 301117

Sunday, November 19, 2017

Pengalaman mengurus BPJS perusahaan ke BPJS mandiri - mutasi BPJS

MUTASI BPJS

Awalnya setelah resign dari kantor pada akhir Oktober 2016 belum sempat mengurus BPJS bahkan memikirkan aja enggak. Hehe

Umumnya dari kebiasaan kita kalau belum sampai merasa butuh jadi malas untuk mengurus.

Tau sendiri kan gimana antrenya ?! Jangan ditanya deh yang berbau pelayanan/fasilitas publik, jadi mesti kudu sabar. Hehe

Setelah merasa butuh mulai deh untuk mikirin buat BPJS baru setelah tahu BPJS saya sudah tidak aktif ketika dipakai. Sebelumnya BPJS saya masih aktif dan masih bisa dipakai setelah beberapa bulan saya resign.

Usut punya usut dari sumber yang terpercaya kalau kita sebelumnya sudah memiliki BPJS tidak perlu membuat BPJS baru karena data registrasi awal dipusat masih ada. Kita hanya mengurus perubahan status BPJS perusahaan menjadi BPJS mandiri atau disebut MUTASI BPJS.

Namun sayangnya untuk mengurus mutasi BPJS tidak bisa online jadi harus langsung datang ke kantor BPJS terdekat.
Kebetulan tempat tinggal saya di depok saya ke kantor BPJS di dekat simpangan lampu merah siliwangi depan ayam geprek bensu.

Persyaratannya :
1. Mengisi form mutasi yang ada di kantor bpjs ( jangan lupa bawa pulpen dari rumah walaupun disediakan disana tapi pakainya antre dan lama banget)

2. Surat keterangan resign (karena saya mutasi dari bpjs perusahaan ke bpjs mandiri)

3. Fotocopy KTP

4. Fotocopy KK

5. Kartu BPJS yang lama ( karena akan didata ulang dari nomer peserta BPJS)

Setelah mengumpulkan data di loket antrian mutasi kemudian menunggu untuk dipanggil.

Nama kita akan dipanggil kemudian petugas akan menanyakan kembali apakah golongan faskes (fasilitas kesehatan) mau diubah ?
Kalau saya mulanya faskes kelas 2, jadi saya tetap pilih faskes 2.
Petugas akan melakukan pengecekan data untuk di update dan pengecekan apakah kartu BPJS sebelumnya memiliki tunggakan atau tidak.

Jika ada tunggakan maka perlu dilunasi oleh kita sendiri . Alhmdulillah perusahaan saya tidak meninggalkan tunggakan BPJS.

Selanjutnya saya diberikan secarik kertas yang berisi virtual account bank untuk pembayaran pertama kepesertaan BPJS pembayaran dilakukan seminggu kemudian dan datang kekantor BPJS lagi dengan membawa bukti pembayaran BPJS dan fotocopy KK guna pengambilan kartu BPJS yang baru.

Demikian pengalaman saya😊