Tata Cara Membuat SIM di Polres Depok
Berdasar pada pengalaman saya saat membuat SIM C (Surat Izin Mengemudi bagi pengendara kendaraan sepeda motor)
tepatnya di Polres Depok (Depan Pemkot Depok), maka berikut ini akan
saya uraikan secara ringkas mengenai tata cara pembuatan SIM C (tanpa
menggunakan calo), silakan di simak ya
:
1. Langkah Pertama,
sebelum berangkat maka terlebih dahulu menyiapkan fotocopy ktp +-
sebayak 4 buah (dengan catatan usia anda telah di atas 16 tahun), pensil
2b dan penghapus untuk ujian tes teori (tertulis), uang secukupnya
(total pembuatan SIM C baru wilayah depok hanya Rp 152 ribu), sarapan
secukupnya demi menjaga kesehatan, mempelajari terlebih dahulu soal-soal
tes teori pembuatan SIM C (soal ini bisa di searching di google
biasanya dalam format pdf) dan yang tak kalah penting ialah memohon doa
restu orang tua sebelum berangkat tes serta berdoa kepada Allah Swt.
agar diberi kemudahan dalam urusan pembuatan SIM C tsb.
2. Langkah Kedua, seusainya kita tiba di Polres Depok, maka yang mesti kita lakukan pertama ialah menuju ke
klinik yang terletak di sebelah bank Jabar Banten (untuk lebih jelas
bisa tanya petugas polisi yang berada di areal parkir/ gerbang polres)
untuk melakukan test kesehatan, Biayanya Rp 22.000.
Setelah mendapat hasil medis dari klinik
tersebut, maka kita mesti kembali lagi ke Polres Depok, kali ini kita
langsung saja menuju tempat pembuatan SIM C, jika tidak tau tempatnya
bisa tanya ke pos polisi dekat lapangan parkir atau tanyakan saja ke
polisi yang sedang hilir mudik di sana, karena pasti polisi2 tersebut
dengan baik hati akan memberi tau lokasi pembuatan sim.
(catatan : karena anda
sudah niat membuat SIM C dengan jalur resmi, maka jika ada pihak2 yang
menawarkan anda agar dibantu (secara tidak formal/ilegal) dalam proses
pembuatan SIM C tersebut, apakah itu dari calo atau mungkin oknum
polisi, maka saran saya : cukup ucapkan terima kasih sebagai cara penolakan yang sopan sambil langsung bergegas menuju tempat pembuatan simnya.)
3. Langkah Ketiga,
setibanya di tempat pembuatan sim, maka anda mesti menuju loket tempat
pembelian formulir pembuatan SIM C baru dangan biaya Rp 100.000 di
tambah dengan biaya asuransi sebesar Rp 30.000 (kedua pembayaran tsb
langsung di bayar di loket tempat mengambil formulir tersebut). Setelah
mendapatkan formulir tersebut, selanjutnya silakan isi formulir tersebut
dengan data diri anda.
Setelah selesai langsung saja formulir
tersebut di kumpulkan ke loket pengumpulan formulir, dan selanjutnya
anda tinggal menunggu di ruang tunggu sampai kemudian dipanggil untuk
melakukan tes teori (tertulis).
4. Langkah Keempat, sambil anda menunggu dipanggil untuk melakukan ujian teori,
maka jangan lupa disiapkan terlebih dahulu alat-alat tulis yang
diperlukan. Dan harus di catat bahwa sebelum-sebelumnya anda sudah harus
mempelajari soal-soal tes/ujian teori pembuatan SIM C, karena jika anda
belum mempelajari soal-soalnya, maka itu hanya akan mempersulit anda
ketika akan menjawab soal ujian teori itu nantinya.
Pengalaman saya dalam mempersiapkan ujian
teori ini ialah sebelumnya di rumah saya membaca-baca soal2 ujian teori
pembuatan SIM C yang telah saya unduh/download dari internet, kurang
lebih saya baca 2 kali sambil coba2 saya hafal.
Dan Alhamdulillah, pada saat ujian teori saat itu saya berhasil lolos, karena jawaban saya berhasil benar 19 dari 30 soal. (catatan: minimal untuk bisa lulus ujian teori harus menjawab benar 18 soal dari 30 soal yang di sediakan).
Tata cara mengerjakannya hanya cukup menyilangkan jawaban yang anda
anggap paling benar di antara beberapa pilihan jawaban yang ada.
5. Langkah Kelima, tak
lama setelah soal ujian anda di kumpulkan maka selang beberapa waktu,
masih anda berada dalam ruangan, maka anda akan menunggu hasil ujian
anda, jika memang benar setelah di umumkan ternyata anda lulus (mampu
menjawab min 18 soal atau lebih), MAKA kemudian tahap selanjutnya ialah
anda mesti menunggu panggilan untuk menempuh UJIAN PRAKTEK. Anda nanti akan di instruksikan untuk menuju lapangan tempat ujian praktek dilaksanakan.
Motor dan helmnya telah di siapkan oleh
petugas polisi yang mengawal ujian praktek ini. begitupun dengan jalur
treknya berupa lintasan zig-zag dan lintasan seperti huruf 8, yang
diberikan balok pembatas (tinggi +- 30 cm) di tiap titik sisi dari jalur
trek ujian tsb, yang mana aturannya kita tidak diperkenankan
menjatuhkan balok pembatas yang ada di sisi jalur trek tsb, kaki tidak
boleh menyentuh ke bawah/lintasan saat mengendarai motor dalam jalur
lintasan dan juga tidak boleh keluar daripada jalur tersebut, jika
aturan itu dilanggar maka berarti kita gagal ujian teori saat itu dan
kita mesti mengulang minggu depan.
(walaupun misalnya anda gagal ujian
praktek ini, jangan panik karena anda masih akan diberikan kesempatan
untuk mengulang tes ini di minggu selanjutnya, informasi ttg hal tsb
akan di berikan langsung setelah tes praktek pada hari itu berakhir).
Tahap ujian praktek ini merupakan tahap
yang menantang sekaligus tahap akhir dari pembuatan SIM C baru.
Pengalaman saya menunggu dipanggil untuk tes Ujian Praktek saat itu
sekitar 1 jam’an lebih, itu wajar mengingat cukup banyak warga
masyarakat yang ingin membuat SIM C baru.Dan jujur saja saya pun tidak
ada persiapan sama sekali untuk menghadapi tes tersebut, saya hanya
bermodal pasrah kepada Allah Swt. namun tetap mencoba bersikap antusias
semangat untuk menjalani tes tsb dan tetap mencoba tenang sambil berdoa
(berzikir).
“Sebelum tes itu saya ingat ada yang
pernah bilang ke saya kalau anda sudah terbiasa dengan jalan macet, maka
hal itu akan memudahkan anda untuk menjalani tes/ ujian praktek ini.
setelah saya pikir ia benar juga ya, karena dalam macet sering kita
menjaga keseimbangan motor dalam keadaan yang sangat lambat dan sempit
sekalipun. “
Pada waktu itu, dari sekian banyak
peserta yang ikut test teori sebelumnya, saya coba perhatikan sejenak
hanya ada sekitar 7 sampai 8 orang yang dipanggil untuk mengikuti tahap
tes ujian praktek ini.
Walhasil tibalah saya di urutan kedua
diberi kesempatan untuk menjalani ujian praktek tersebut, saya sempat
prihatin karena seorang bapak sebelum saya (nomor urut 1) tidak berhasil
lolos ujian praktek ini karena saat mengendarai motor beliau keluar
dari jalur trek yang di sediakan. Namun, saya coba belajar dari
kesalahan bapak itu, bapak itu nampaknya terlalu cepat mengendarai motor
sehingga lepas kendali dan akhirnya keluar dari jalur.
Nah ketika saya bersiap sebelum akan
melintasi jalur/trek ujian teori ini, saya berdoa dan saya berprinsip
tidaklah perlu terlalu terburu-buru/cepat-cepat. Karena tak ada aturan
minimal kecepatannya harus berapa ! yang penting ialah mampu mematuhi
aturan yang telah saya sebutkan di atas tadi. Dan singkat cerita saya
berhasil melewati jalur lintasan ujian praktek tersebut dengan lancar,
tanpa ada balok pembatas yang terjatuh, tidak keluar dari jalur dan kaki
tidak menyentuh ke bawah (aspal lintasan), karena saat itu saya pikir
kuncinya ialah tetap menjaga keseimbangan.
JADI saya biarkan gas di tangan saya
pertahankan pada kecepatan tertentu, dan saya biarkan kaki saya mengerem
(menggunakan rem kaki) mengendalikan tingkat kecepatan yang diperlukan
ketika melintasi jalur lintasan tsb, intinya memang terletak pada
pengendalian rem kaki, dan juga tetap memperhatikan penggunaan rem
tangan, namun pengalaman saya saat itu saya cenderung lebih banyak
menggunakan rem kaki ketimbang rem tangan, begitu seterusnya sampai
akhirnya saya berhasil mengendarai motor ke posisi finish, setelah itu
saat itu juga petugas polisi yang mengawal ujian praktek tersebut
mengumumkan kepada saya bahwa saya lulus, dan dipersilahkan untuk
menunggu di depan ruang photo guna pembuatan SIM C baru.
5. Langkah keenam,
setelah ujian praktek berhasil dilalui dengan lancar. maka selanjutnya
ialah menunggu untuk dipanggil untuk pengisian data identitas pribadi,
tanda tangan dan pemotoan. waktu menunggu untuk dipanggil tahap ini
tidak terlalu lama, sekitar +- 30 menit. jika data telah di input dan
anda telah melalui proses pemotoan. maka anda tinggal menunggu sebentar,
dan SIM C BARU (secara resmi/formal, tanpa bantuan calo) akan anda terima.
Bangga rasanya ketika anda bisa melewati rangkaian ujian pembuatan SIM
C tersebut dengan kerja keras sendiri, tanpa bantuan Calo.
Kelak kemudian hari anda bisa menceritakan pengalaman perjuangan anda mendapatkan SIM C baru secara resmi, jalur formal kepada kerabat, sanak keluarga, sampai orang tua. Atau mungkin bagi anda yang telah dewasa akan bisa menjadi teladan karena setidaknya telah mampu mencontohkan kejujuran dan pengorbanan kepada sang anak atau mungkin sang cucu sekalipun.
Wah.. mudah bukan para pembaca budiman dimana pun anda berada…
saya pikir jika saya saja bisa kenapa anda tidak, AYO.. silakan buat SIM C baru lewat jalur Formal,
dan setelah saya uraikan keenam langkah tersebut, Bagaimana? apakah
anda tertarik untuk mencobanya? jika ada kemauan dan sedikit usaha
(gerak), Insya Allah pasti ada jalan, Allah Swt. bersama orang-orang
yang berada dalam kebaikan, dan anda adalah orangnya… jika anda mencoba
(meniatkan) membuat SIM C baru melalui jalur Formal.
Selamat mencoba..
sumber: http://septian99.wordpress.com/2012/02/20/tata-cara-membuat-sim-c-jalur-resmi-tanpa-calo-untuk-wilayah-depok/
No comments:
Post a Comment