Pengalaman Guru yang Terbaik

Sunday, February 22, 2015

PENGALAMAN PENGURUSAN MUTASI KELUAR-MUTASI MASUK-BALIK NAMA-BPKP BARU

Pada tanggal 6 Februari 2015 saya berniat untuk memutasikan motor saya pindah daerah untuk balik nama. Awalnya saya membeli sepeda motor Scoopy tahun 2011 ini second dari Saudara saya. Motor ini memiliki Plat Jakarta Timur tepatnya di Cibubur. Maklumlah, saya belum memiliki pekerjaan tetap jadi tidak berani ambil barang baru di Dealer karena kalau tidak punya uang cash , maka harga kredit jatuhnya mahal. Lagipula, akhir-akhir ini banyak sekali orang dengan mudah menjual motor yang baru di pakai 2 sampai 3 tahun kemudian di jual, itu bisa menjadi peluang untuk kita mendapatkan barang second yang masih anget-anget barunya.hehe. saran saya kalau ingin mencari motor second saya rekomendasikan untuk membuka situs http://www.olx.co.id atau berniaga.com dan masih banyak lagi kok. hehe

kembali lagi pada persoalan pertama, dengan bermodalkan pengetahuan dan pengalaman-pengalaman sesorang melalui tulisan Blogg yang pernah mengurus mutasi motor atau mobil ternyata ada banyak versi di tiap daerah. Bisa jadi Blog yang saya baca adanya perbedaan dari Birokasi dari tahun ke tahun. maksudnya ada upaya untuk pembenahan dari Samsat makanya ada beberapa tahap agak membingungkan. Ini beberapa sumber referensi saya http://nukepratama.blogspot.com/2012/04/mutasi-sepeda-motor.html, ini juga http://abdiberbagi.blogspot.com/2013/06/tata-cara-mutasi-keluar-dan-balik-nama.html, ini juga https://samsatonline.wordpress.com/2014/07/07/prosedur-cabut-berkas-mutasi-keluar-kendaraan-bermotor/

Mulanya saya agak kerepotan untuk mencatat/merangkum hal-hal yang perlu saya lakukan saat nanti tiba di Samsat contohnya fotokopi STNK, FOTOKOPI KTP, FOTOKOPI KUITANSI TRANSAKSI, FOTOKOPI KTP tapi saya berpikir untuk sampai dulu di TKP saya hanya menyiapkan dokumen-dokumen asli seperti BPKP, KTP, STNK, FAKTUR, KUITASI TRANSAKSI. 


Langkah Pertama
Saat saya tiba di Samsat Jatinegara dengan jarak tempuh 1 jam dari depok naik motor. Saya langsung menanyakan kalau saya ingin Mutasi Keluar kemudian petugas setempat mengarahkan saya untuk melakukan cek fisik kendaraan terlebih dahulu. Disini saya melihat orang-orang yang sudah melakukan  cek fisik kendaraan bermotor masih membudayakan salam tempel kepada petugas jadi mau tidak mau saya pun menjadi korban budaya tersebut. hehe. Saya hanya memberi seikhlasnya saja yaitu 5 ribu rupiah . Saya baru tahu kalau pengecekan Nomer Mesin dan Nomer Rangka hanya mengunakan sebuah pensil yang di arsir/dicoreng kemudian di jiplak kesebuah kertas.  Petugas akan memberikan surat keterangan Nomor kendaraan Mesin dan Nomor Kendaraan Rangka yang akan saya serahkan pada loket 2 yaitu bagian pendaftaran Mutasi Keluar.

Contoh Surat yang akan diberikan petugas Cek Fisik :





Langkah Kedua
sebelum masuk ke Loket 2 untuk pendaftaran Mutasi, saya membawa berkas Cek Fisik ke Fotokopian, karena saya ingat dengan syarat-syarat Fotokopi lainnya. jadi sebelum masuk pendaftaran saya mencari fotokopi di area Samsat. 
disitu saya ditanya mau fotokopi untuk keperluan apa ? saya bilang untuk keperlulan Mutasi Keluar kemudian petugas fotokopinya sudah mengerti berkas-berkas apa saja yang akan disiapkan. kelihatannya petugas fotokopinya adalah orang kepolisian Samsat deh, saya di suruh menyerahkan BPKP, STNK, KTP, KUITANSI TRANSAKSI, BERKAS CEK FISIK untuk difotokopi semuanya. 

oiya, KUITANSI TRANSAKSI harus dipastikan kalau yang bertransaksi adalah pihak kita sendiri dengan si penjual. karena kuitansi transaksi yang saya miliki adalah transaksi ayah saya dengan saudara dan tidak ada materai di dalam kuitansi saya. Akhirnya saran petugas fotokopi menyuruh saya membuat kuitansi baru kemudian petugas fotokopi menyiapkan kuitansi yang ada materainya untuk saya isi sendiri yang isinya menyatakan Pihak pembeli atas nama saya sendiri dan saya menandatangani diatas materai sebagai si penjual juga, kurang lebih kita memanipulasi sendiri. sepertinya ini menjaga agar kendaraan yang kita miliki tidak di curigai sebagai Curanmor atau sebagainya

oiya, satu lagi hal jika kalian ingin mengurus kendaraan motor yang menjadi wali atau kendaraan tesebut di urus bukan atas nama kita (diwakilkan) harus mengunakan SURAT KUASA. Saya hanya melihat beberapa orang di fotokopian ada jasa pembuatan PEMBUATAN SURAT KUASA. Ini sama saja susah juga untuk menghilangkan Calo dari Birokrasi. padahal terdapat spanduk, poster besar yang terpampang di semua samsat bebas area percalooan. Saya tidak menganggap calo itu buruk, untuk mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus hal-hal tersebut menurut saya SAH-SAH saja. hehe . 

Contoh Pembuatan Surat Kuasa




Langkah Ketiga
Setelah petugas fotokopi membuatkan berkas yang diperlukan untuk mutasi keluar, saya perlu membayar uang fotokopian tersebut sebesar Rp 20.000 (Dua Puluh Ribu Rupiah) harga yang cukup mahal menurut saya, tapi saya maklumi saja namanya juga di area Samsat. hehe
saya memasuki Loket 2 yang mengurusi kegiatan Muatasi Keluar, kemudian saya menyerahkan berkas tersebut lalu saya membayar diloket terebut sebesar Rp 30.000 sepertinya untuk keperluan Pendaftaran/registrasi. kemudian saya duduk untuk menunggu di panggil atas nama BPKP yang tertera (pemilik lama) jadi jangan bingung dan bengong. hehe


Langkah Keempat
setelah dipanggil petugas memberi berkas yang saya masukan tadi dan menyuruh untuk menyerahkannya ke lantai 2. Sampai pada gedung yang saya tuju di pintu masuk saya diberi ID Card oleh petugas di pintu masuk, naik ke lantai 2 bagian Pencabutan Berkas (Mutasi Keluar) kemudian di situ saya diberikan formulir untuk diisi oleh saya sebagai pihak yang mencabut berkas. Pengisian Formulir selesai saya kembali menyerahkannya kembali, kemudian petugas meminta Fotokopi STNK, Fotokopi BPKP, Fotokopi KTP gunanya untuk dilegalisir sebagai jaminan kalau nanti di luar/dijalan saat membawa motor sedang ada Operasi Razia kita memiliki fotokopian legalisir tersebut sebagai pengganti saat STNK kita yang sedang di proses di SAMSAT. Berkas Fotokopi STNK, BPKP, KTP sudah disiapkan oleh petugas Fotokopi tadi jadi saya tidak perlu mondar-mandir untuk kembali mem-fotokopi. Setelah dilegalisr fotokopi pengganti STNK tersebut, saya kemudian membayar biaya pengurusan Administrasi Mutasi Keluar sebesar Rp. 75.000,- petugas menyuruh saya kembali lagi mimggu depan sambil memberikan bukti pembayaran tersebut untuk penebusan minggu depan tepatnya untuk tanggal 13 Februari 2015 (Jumat Depan)
Sampai disini saya mendapatkan Fotokopi legaisir pengganti STNK saya, krn STNK di tahan untuk diproses dan Bukti pembayaran Mutasi. BPKP masih ada di tangan Loh, belum di proses. 

Langkah Kelima
Tanggal 13 Februari 2015 hari Jumat 
Saya langsung masuk ke Lantai 2, saya diberi semacam ID Card oleh petugas di pintu masuk kemudian saya ke lantai 2 ke tempat minggu lalu saya berada untuk menyerahkan bukti pembayaran Mutasi.  Setelah menunggu 5 menit petugas memanggil dan menyerahkan berkas, katanya berkas ini sudah siap untuk di bawa ke Samsat Depok untuk Pengurusan Mutasi Masuk. Pada hari itu saya selesai pengurusan Mutasi Keluar di Samsat Jatinegara pada jam 09.00 wib.

Langkah Keenam
Pada hari yang sama kemudian saya langsung bertolak ke Samsat Depok sampai di sana jam 10.00, saya langsung bertanya tempat pengurusan Mutasi Masuk kemana , kemudia saya di arahkan ke suatu ruangan,ternyata saya kembali membayar pendaftaran/registrasi untuk Mutasi Masuk sebesar Rp 30.000. ingat ya, di sini kita tidak perlu cek fisik kendaraan lagi, karena berkas yang kita bawa dari Samsat sebelumnya sudah lengkap. Setelah membayar berkas tersebut dikembalikan kepada saya untuk dibawa ke bagian loket 8 (Kalau tidak salah) bagian pengurusan Mutasi Masuk. Oiya, sebelum masuk di Samsat Depok sudah bagus loh pelayananya karena di depan pintu area sudah ada Customer Service-nya jadi sepuasnya kita bisa bertanya sama mas dan mbaknya yang ramah. Hehe.

Langkah Ketujuh
Tahap selanjutnya setelah pembayaran registasi 30.000 saya berinisiatif ke tempat fotokopian untuk minta sama tukang fotokopian di urus untuk berkas Mutasi Masuk. Pengetahuan yang saya baca dari Blog sebelumnya saya harus menyiapakan berkas Mutasi Masuk sebelum lanjut ke Loket Mutasi Masuk. Bilang saja sama tukang fotokopian “Pak, Fotokopi Mutasi Masuk ya!”
Serahkan dan percayakan saja sama tukang fotokopian, karena dia sudah hafal apa yang akan dilakukan sampai menyiapkan Map juga, padahal saya juga tidak tahu untuk apa Map itu, padahal berkas yang saya bawa sudah dipakaikan Map dari Samsat Jatinegara. Saya hanya merogoh kocek Rp 7000,- untuk pembayaran ke tukang fotokopian. Saya kembali ke gedung/kantor Samsat Depok, sesuai perintah yang di arahkan pada mas Customer Service untuk ke loket 8 saya memberikan berkas yang saya bawa tadi kemudian di loket ini saya membayar pengurusan Mutasi Masuk sebesar Rp 70.000.- saya bertanya pada petugasnya “Pak, apa prosesnya bisa selesai hari ini?”
“Bisa mbak, sampai STNK baru dan Plat Nomer (TNKB) keluar hari ini bisa selesai. Karena hari ini hari jumat jadi jam 12.00 Solat Jumat dan istirahat dulu sampai buka kembali jam 13.00”
Begitulah penjelasan Bapak petugas tersebut.

Langkah Kedelapan
Waktu telah menunjukkan pukul 13.00 tidak lama lagi pelayanan dibuka kembali. Saya hanya duduk menunggu nama saya di panggil oleh loket A,B,C,D loket ini berisi petugas kasir untuk pembayaran biaya Pajak Motor, biaya Administrasi, biaya TNKB. Nama saya dipanggil pada Loket A, saya membayar biaya tersebut sebesar Rp. 400.000,- kemudian kasir menyerahkan tanda terima lunas dan meyuruh saya menunggu lagi untuk penyerahan STNK Baru di Loket sebelahnya (saya lupa loket brp). Kira-kira 15 menit menunggu nama saya di panggil kemudian petugas menyerahkan STNK baru yang tertera atas nama saya, dan di dalamnya tertera juga Plat nomer baru saya yang sudah berubah wilayah Depok. Di situ petugas menyuruh saya sudah bisa mengambil TNKB di gedung yang berlainan, tepatnya disamping gedung saat saya registasi Mutasi masuk.


Langkah Kesembilan
Dengan membawa STNK baru saya menuju gedung/ruangan untuk pengambilan TNKB, saya menyerahkan STNK baru kepada petugas kemudian menunggu dipanggil. Kira-kira 10 menit nama saya di panggil saya diberi TNKB baru yang masih agak basah, dan bau dengan CAT hitam putih sambil petugasnya mengatakan “SEIKHLASNYA MBAK”
Wah, masih ada BIAYA SILUMAN, ada saja oknum yang nakal. Hehe. Saya beri saja Rp 5000,-

Selesailah pengurusan pembuatan STNK dan TNKB baru. Ternyata birokrasi sekarang sudah ada kemajuan walaupun ada saja yang nakal. Hehe
Bayangkan saja, pada hari yang sama saat saya tiba di Samsat Depok jam 10.00wib sampai jam 15.00 pengurusan saya selesai.

Kemudian setelah selesai pengambilan TNKB saya menuju Customer Service untuk menanyakan pengurusan BPKP baru. Pengetahuan yang saya baca harus mengurus di POLDA METRO JAYA yang ada di semanggi itu loh dekat dengan Senayan.
“Pak, kalau hari sabtu (14/2/2015) apakah pelayan Polda metro tetap buka dan sampai jam berapa pelayanannya?”tanya saya
“tetap buka mbak pelayananya sampai jam 12.00.” jawab petugas CS
“saya kan mau urus BPKP baru, berkas apa saja yang perlu saya persiapkan pak?”tanya saya lagi
“fotokopi STNK baru saja mbak,dan mbak, bawa BPKP lama gak?”tanya CS
“iya bawa pak, ini BPKPnya (sambil menyodorkan BPKB)”
“nah, berkas yang ada di dalam buku ini sudah cukup untuk bisa lanngsung dibawa mbak ke Polda Metro sama fotokopi STNK baru ”jawab CS
“oh, begitu terimakasih pak”

Jadi ternyata BPKP saya sudah di siapkan berkasnya oleh Samsat jatinegara atau Samsat Depok gitu, sudah distreples berkasnya di belakang buku berbentuk lipatan. Jadi saya hanya tinggal menyiapkan fotokopi STNK baru.



PENGURUSAN BPKP BARU ke POLDA METRO JAYA

Pada tanggal 14 februari 2015, tepatnya setelah kemarin selesai pengurusan STNK baru, saya langsung pagi-pagi meluncur ke TKP (Polda Metro Jaya). Saya agak kebinggungan masuk k POLDA karena posisinya berada di tepi jalan gatot subroto, sampai saya kelewat deh. Tidak mungkin kalau untuk putar balik untuk lawan arus, bisa-bisa saya ditilang.haha. Akhirnya saya masuk lewat belakang yang sebrangnya ada GBK lurus aja sampe ketemu SCBD saya masuk melalui SCBD. Sampai jam 08.30 saya tanya pak polisi di sekitar situ, kalau saya mau urus BPKP baru, kemudian polisi tersbut menunjukkan gedung yang saya akan tuju. Sebelum masuk saya perlu mengantri untuk berbaris petugas melakukan pengecekan kelengkapan berkas dan pengambilan nomor antrian. Gunanya untuk menghindari kalau ada beberap berkas yang belum lengkap untuk melengkapinya terlebih dahulu sebelum masuk dan mendapatkan nomer antrian. Setelah petugas mengecek kelengkapan berkas yang saya bawa saya diperbolehkan masuk dan mendapatkan nomer antrian 1285.
Waduh , saya berangkat pagi saja sudah dapat nomer antrian ribuan jumlahnya. Belum menunggu saja, saya sudah pusing membayangkannya. Hehe

Setelah mendapatkan nomer antrian saya diarahkan ke bagian Resepsionis/Customer Service untuk dirapihkan berkasnya. Kemudian petugas mengarahkan saya untuk ke loket bank BRI. Di sana saya bertemu dengan petugas lagi yang memberikan kertas setoran bank BRI untuk diisi pembayaran sebesar Rp 80.000 kemudian diserahkan oleh teller bank BRI. Jika sudah selesai saya tinggal menunggu nama saya di panggil sambil membawa berkas tadi. Mengingat antrian saya 1285 saya masih menunggu kurang lebih lebih 1,5 jam. Saya tinggal untuk pergi ke toilet dan sholat dhuha aja deh.

Menurut saya untuk antrian sebanyak itu, pelayanannya cukup memuaskan kok. Pemanggilan tergolong cepat karena ada banyak loket yang dibuka. Kalau dibandingkan dengan antrian setoran di bank yang urutan antrian berjarak 10 orang saja mungkin bisa 1 jam kalau dibank. Hehe
Apalagi saja tidak sengaja berkenalan oleh seorang mbak-mbak juga yang sedang mengurus hal yang sama sehingga tidak terasa lama. hehe

Mulanya saya pikir bisa langsung di proses hari ini bisa selesai, tapi menurut teman saya yang baru saja berkenalan sepertinya itu tidak mungkin , karena yang kita bisa lihat BPKP itu ditulis tangan atau secara manual. Benar juga perkataanya hal itu tidak mungkin bisa selesai hari ini mengingat ribuan jumlahnya yang mengurus BPKP. hehe Nama saya kemudian di panggil, saya menuju loket tersebut dan menyerahkan berkas yang saya bawa ke petugas. Kemudian petugas menyuruh saya kembali lagi untuk mengambil BPKP tanggal 18 Februari 2015, ya sudah tak masalah karena tidak sampai seminggu juga proses pengambilannya kok. Petugas kemudian meminta saya memberikan penilaian atas pelayanannya untuk menekan tombol yang pilihannya sangat memuaskan, puas, kurang memuaskan. Saya memilih puas saja.
Setelah itu, petugas memberikan secarik kertas sebagai bukti pengambilan BPKP di tanggal 18 Februari 2015.
Pada tahap proses ini, BPKP kita sudah di tahan di POLDA METRO JAYA sampai menunggu mendapatkann yang baru sampai batas waktu yang sudah ditentukan.

Pada tanggal 18 Februari 2015 kembali saya meluncur ke TKP (Polda Metro Jaya) sudah tidak canggung lagi arah tujuan saya. Oiya, pada selembar kertas bukti pengambilan terdapat syarat yang diperlukan yaitu menyiapka fotokopi KTP, dan fotokopi STNK baru. Sambil membawa persyaratan tersebut saya menuju lantai 2 untuk mengambil BPKP baru.
Di sini saya menyerahkan persyartan kepada petugas dan menunggu untuk di panggil. Tidak sampai 10 menit saya di panggil dan diberika BPKP baru sudah atas nama saya. Selesailah prosesnya.



  



Monday, January 19, 2015

                                                                           4 nov 2014

Aku terhempas dari peleraian dan gulatan kehidupan ini. aku menanti lama tak kunjung ada jawab. Kesana-kemari semakin aku rajin mencari info, tapi hasilnya masih nihil. Aku di ambang keputusasaan, tak banyak guna hidupku bila harus terus menanti senja tanpa menyapa. Harus bagaimana lagi aku meyakinkan pada dunia kalo aku ingin mencoba untuk mampu. Langit sampaikan pada tuhanku beri aku kesempatan dan jalan agar aku terarah. Belum genap seminggu aku membisu, aku hampir sudah hilang akal. Langit terus saja merubah warna dari gelap, biru, kuning agak kemerahan menatapku tak guna.

         Tolong jangan begini, aku tak akan kuat mengadapi ini. aku serasa sudah bosan mencari peruntungan di luar tapi nyatanya aku tak pernah di untungkan. Aku takut kalau aku terlalu lama diam dan tak bergerak aku menjadi tak berarti. Aku tak ingin begini. Semua yang aku usahakan belum juga ada kabar baik. Aku terus menanti penuh harap. Aku mau menyerah saja. Jangan lupa nanti bangunkan aku lagi untuk semangat. Selamat malam 
Terkadang takdir yang selalu membuat kita untuk mengalah

Mengaku tunduk  tak berdaya

Selalu ada saja jalan untuk menyerah

Mengikuti jejak yang tak terarah

Kembali pulang tanpa harapan

Dan dengan tangan hampa

Hingga menunggu fajar datang menjelang

Semoga jalan kembali terarah

Semoga doa dan takdir baik menyertainya

                                

                                                        *ini lagi putus asa



02 sept 2012

Waktu itu bagiku adalah waktu yang singkat mengenalmu
Waktu yang selalu menagih untuk menjemput pulang ke asal
Baru saja aku menggambarkan senyum dan tawa hingga terbawa lamunanku tapi itu sudah lalu

Bersama melewati ranting dan rintang
Menembus belantara hijau
Menapaki tanah berpenghuni nenek moyang
Sampai menduduki puncak gede  

Aku ingat betul ketika pertama aku melihatmu dengan acuh
Lucu rasanya kalau mengingat gelak tawamu di tengah malam itu bersama-sama
saat pada peristirahatan pertama rasa itu masih wajar .
peristirahatan kedua masih juga sama .
hingga puncak mendekat aku masih begitu dan kau pun juga
hanya berbeda saat kita mulai akrab saling menyapa  
Tapi seperti ada yang berbeda di saat malam terakhir, ini masih ku anggap santai tak peduli
Hingga perpisahan itu dimulai dan aku duduk termenung dan melihat segala kenangan yg ada di album ini , ingin aku kembali ke masa itu .
Tapi hasrat ku ini tak mungkin terpenuhi oleh waktu .
Menyadari itu, semakin lama saja aku memerangi pandangan ini ke arah wajahmu di album ini karena lalu hanya bisa mnjadi andai


                                                somewhere in april 2012

01 : 50am

Wednesday, November 5, 2014

29 Oktober 2014


Ini salah satu tulisan saya yang mungkin dapat berguna bagi para agan dan sista sekalian. Sebenarnya bukan tulisan yang penting tapi barangkali akan berguna bagi kalian semua yang membaca blog saya.
Sewaktu saya ingin pergi ke daerah di kawasan jakarta utara tepatnya saya ingin ke Ruko Paradise yang berdekatan dengan Mall Sunter.

Mulanya saya kebingungan dengan rute yang hendak saya lewati. Sebanyak mungkin saya menggali informasi mulai dari browsing di internet dan bertanya kepada sanak saudara tapi hanya ada sedikit pencerahan. Hehe

Saya tinggal di depok,otomatis saya berangkat dari depok mengunakan transportasi kereta jabodetabek. Biasanya saya kalau pergi naik motor tapi karena medan yang jauh jadi saya memutuskan untuk naik kereta saja.

Ide saya mengunakan kereta awalnya hanya mengunakan logika dan sedikit pencerahan dari rute internet. Saya mengingat kalau daerah jakarta kota itu sudah berdekatan dengan jakarta utara, saya sih mikirnya sudah dekat ancol berarti sudah masuk kawasan ancol jadinya memutuskan naik kereta ke stasiun kota. Tapi di tengah perjalanan di stasiun manggarai saya bertanya dengan salah satu petugas kereta , “pak, kira-kira ada atau tidak stasiun kereta yang berdekatan dengan Sunter?” belum selesai dijawab oleh petugas tiba-tiba salah satu penumpang kereta menyambar perbincangan saya dengan petugas, wanita paruh baya itu memberitahu sebaiknya saya trurun di stasiun kemayoran dan mencari bus Metro Mini di daerah sana yang ke arah Sunter. Kemudian tanpa berfikir panjang, saya lalu turun dari stasiun manggarai dan melanjutkan perjalanan dengan kereta yang ke arah Jatinegara dan turun di Stasiun Kemayoran. Sudah sampai di sana saya kelimpungan bukan kepalang setelah bertanya dengen seseorang ternyata saya harus mengunakan Metro Mini 2x. Dari staisun kemayoran saya naik MetroMini nomer 11 turun di pertigaan saya lupa nama jalannya. Pokoknya pertigaan jalan itu mengantarkan saya menemukan Metro mini nomer 24 yang mengantarkan saya kearah Sunter Utara. Perjuagan saya belum selesai,pikir saya ini adalah metroMini terakhir yang akan mengantarkan pada tujuan akhir saya. Ternyata saya harus turun di perempatan dan melanjutkan ke arah Mall Sunter. Di sana lama saya tidak menemukan angkutan umum, terpaksa saya naik ojek. Oiya biaya kedua Metromini yang saya tumpangi itu harga ongkosnya Rp 3000,00 padahal biasanya tarif Metromini Cuma Rp 2000,00 sebelum BBM naik. Hehe . pokoknya setelah saya menyewa ojek jarak untuk ke Mall Sunter Ruko Paradise itu cukup dekat tapi karena negosiasi harga sudah di sepakati sejak awal saya membayar Rp 10.000,00.

Nah, untuk agan dan sista yang memiliki tujuan yang sama ke arah Mall Sunter atau Ruko Paradise yang dekat Dunkin Donuts sebaiknya naik Busway. Langsung saja ya biar tidak usah kebanyakan berceloteh. Hehe

Bila rute agan atau sista dari depok sebaiknya mengunakan kereta arah Kota, kemudian turun di stasiun kota kemudian keluar melalui pintu keluar yang menghubungkan pintu Busway. Nanti tanya sama orang stasiun aja kalau mau naik Busway dari pintu keluarnya arah mana?

Kalau sudah menemukan Busway dan membeli tiketnya seharga Rp. 3.500,00 (harga belum naik) naiklah busway koridor 12 rute arah Pluit- Tanjung Priok. Nanti di situ akan ada peta petunjuk halte mana saja yang akan dilewati. Karena tujuan saya ke Sunter Utara . maka saya turun di halte “Sunter Jaya”. Dari halte tersebut kita sudah ada didepan Mall Sunter dan sudah berdekatan denga Ruko Paradise hanya tinggal melangkah kaki saya ke arah tujuan yang akan kalian singgahi. Saya mengetahui rute ini ketika saya tahu di situ ada halte Busway. saya baru menyadari saat mau pulang. Ternyata lebih mudah naik Busway dari stasiun kota untuk ke Danau Sunter Utara.

baca juga yang ini :
Begitulah pengalaman saya menjelajahi ibukota jakarta barangkali ada refrensi tambahan selain dari stasiun kota bisa di tambahkan atau komentar di blog ini. hehe. Semoga bisa bermanfaat bagi kalian. J

Sunday, August 31, 2014

31 Agustus 2014
Waktu itu ...
Segala cuaca tak dihiraukan
Bahkan ia meledek dan menggoda tuk kembali saja
Jangan pergi katanya biar saja, sakitnya tak akan lama.
Ia mencoba menawarkan ramuan agar tak terasa sakitnya.
Segala cara dia beri agar langkahku terhenti.
Memancing agar kembali saja
Ia meyakinkanku lagi, biar tak pergi.

Akhirnya sudah kuhadirkan segala pawang di segala arah agar hujan tak jadi.
Segala macam duri ku sapu agar tak henti ku pergi.
Mengikuti derai angin mengarah pergi
Benar saja aku pergi menemui kisahku.
Menunjukkan luka di hati agar cepat terhenti.
Katanya dia mengaku peri bulan yang mencoba merayu
Tapi dia kalah dengan segala kenekatanku

Sepanjang liku lintas kuhadirkan diri seperti tak bernyawa
Berbagi wajah tak bergairan pada dunia
Berbagi muram durja tampak diri di kaca kereta
Kuhadirkan raut merengut
Lalu ...
Tiba pada pemberhentian sementara bertukar kereta
Tak sengaja kulihat putaran waktu
Peron itu menegur, sengaja memutar kisah yang pernah ada
Bercerita aku dan dia pernah ada di sana
Saling berdekatan
Saling curi pandang
Menununjukkan pada mereka tentang kisah ini
Sudahlah, lebih baik menjauh dari tempat itu daripada harus mendengar saksi peron yang menjengelkan
Aku bergeser ke arah berlawan agar tak mendengar lagi
Agar aku tak mencurigainya lagi
Seperti sengaja mencemburui kisah sebulan lalu

Aku masih melangkah tak ragu
Niatku maju kala tujuan akhir sampai di batas
Sudah sampai
Duduk. Menunduk. merunduk
Menunggu. Meragu. Merindu
Barisan kereta hilir mudik menertawai
Lagi, barisan kereta hilir mudik menggurui
 
Sebentar perlahan menghela nafas
Berarak-arak awan kembali pulang
Takut-takut sampai bulan datang menjelang
Takut-takut sampai tak kunjung datang
Sudah penuh menumpuk  
Siap-siap membawa duka dan luka penyesalan

Ada yang memanggil
Dari jauh
Ahh,,, lega rasanya
Sempat membuang luka di situ
Tapi duka tak berhenti di situ
… … …
Sampai mengalir jauh ke tempat yang tak pernah kau perkirakan
Aku akan menutup mata
Aku akan menutup teliga
Hingga aku tak melihat dan mendengar

Terimakasih

Ini belum usai *)

Friday, January 10, 2014


Bab 7
Kalimat yang Komunikatif

Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi atau pesan dari komunikator (pembicara) kepada komunikan (pendengar) melalui sarana berbahasa baik lisan maupun tulisan. Tanpa kita sadari bahwa untuk berkomunikasi dengan teman/guru, kita harus pintar dalam memilih kata agar proses komunikasi berjalan lancar. Sebaliknya bila kita tidak mengucapkan kalimat yang tidak komunikatif, hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi, seperti tidak tersampaikan maksud yang ingin diungkapkan dan muncul kesalahpahaman misalnya tidak boleh menyingung SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan). Kalimat-kalimat tersebut dapat dipahami oleh pendengar agar nantinya mendapatkan respons berupa jawaban atau tanggapan yang sesuai. Untuk mencapai komunikasi yang baik dan lancar, kalimat yang disampaikan harus efektif dan komunikatif.
Kalimat yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut.
(1). Tidak menyimpang dari kaidah bahasa
            Kaidah bahasa diartikan sebagai aturan/pedoman yang harus dipatuhi oleh seorang pembicara untuk menyampaikan ide kepada lawan bicaranya. Secara tertulis, kaidah berbahasa biasanya berpedoman yaitu ejaan bahasa Indonesia atau EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
            Dalam hal ini, unsur suprasegmental menjadi bagian yang penting karena unsur suprasegmental terdapat intonasi, jeda, tekanan, maupun lafal. Coba bayangkan bila dalam suatu komunikasi lisan tidak ada unsur suprasegmental?
(2). Logis atau dapat diterima nalar
            Penalaran merupakan suatu proses berfikir untuk menghubungkan data dan fakta yang ada sehingga sampai pada suatu kesimpulan. Penalaran yang benar dapat menghasilkan kesimpulan yang benar dan penalaran yang salah menghasilkan kesimpulan yang salah.
Jenis-jenis penalaran
(3). Jelas dan dapat menyampaikan maksud atau pesan dengan tepat (Ketersampain pesan)
Pesan dapat tersampaikan bila sarana yang digunakan untuk menyampaikannya tepat dan situasinya mendukung. Selain itu, antara pembicara dengan lawan bicara harus saling memahami kode-kode yang digunakan (misalnya bahasa daerah). Salah satu syarat membentuk kalimat komunikatif adalah kalimat yang tersusun secara efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah dan jelas. 

Contoh kalimat tidak efektif
Kalimat tidak efektif
Kesalahan
  • a.     Pada perayaan HUT RI ke-63 di sekolahku dimeriahkan para artis ibu kota.
  • b.     Sekolah kami yang terletak di depan Pasar Baru
  • c.      Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
  • d.     Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah
  • e.     Tolong yang membawa HP harap dimatikan
  • a.     Subjek didahului kata depan


  • b.     Predikat didahului yang

  • c.      Pemakaian kata penghubung tidak tepat

  • d.     Ambigu (makna ganda)


  • e.     Salah nalar


Kalimat efektif
  • a.     Perayaan HUT RI ke-63 di sekolahku dimeriahkan para artis ibu kota
  • b.     Sekolah kami terletak di depan Pasar Baru
  • c.      Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama
  • d.     1) Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima      hadiah (yang terkenal adalah perguruan tinggi)
          2) Mahasiswa yang terkenal di perguruan tinggi itu menerima hadiah (yang terkenal adalah mahasiswa)
  • e. Tolong HP yang dibawa harap dimatikan

Kalimat yang Komunikatif, tetapi tidak Cermat
               Dalam proses komunikasi sering kita temui kalimat yang ditulis atau diucapkan tidak terlalu mengindahkan tata bahasa atau gramatikal. Artinya, kemungkinan dalam penyusunan kalimat banyak terjadi kesalahan atau kurang cermat, namun dapat dipahami karena memang sudah terbiasa didengar atau diucapkan. Namun, tetap saja ketidakcermatan penyusunan kalimat tidak menjamin terjadinya komunikasi yang efektif. Oleh sebab itu, kita harus memahami kriteria kalimat yang kurang cermat.  Ketidakcermatan kalimat dapat ditinjau dari beberapa segi berikut.
1. Ketidaklengkapan unsur-unsurnya
               Sebuah kalimat jika tidak lengkap unsur-unsurnya apalagi unsur tersebut seharusnya ada menjadi tidak berarti. Di dalam kalimat, terdapat minimal dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Kalimat yang seharusnya memiliki unsur jabatan tersebut lalu secara tersurat tak terungkap membuat kalimat menjadi rancu.Contoh:
a.Dilengkapinya perpustakaan dengan koleksi buku remaja menjadikan bertambahnya para pengunjung perpustakaan sekolah. (Kalimat ini tidak menjelaskan siapa yang melengkapi perpustakaan.  Artinya, kalimat ini tidak menyertakan siapa pelakunya atau subjek kalimatnya.)
b. Dengan bersemangat Pak guru menceritakan kepada anak-anak muridnya agar mereka dapat mengambil hikmah.Kedua kalimat ini juga janggal. Keterangan aspek seperti akan, belum, telah, masih, sedang, dan sebagainya tidak boleh disisipkan pada kata kerja pasif yang berupa ikatan erat antara subjek kata kerjanya.Perhatikan perbaikannya berikut ini:
c. Selanjutnya akan saya berikan kekurangannya setelah pekerjaan selesai.
d. Jadi, harus kita sukseskan pilkada tahun ini.

3. Penggunaan unsur-unsur kalimat yang berlebihan
               Ketidakcermatan kalimat juga dapat dilihat dari penggunaan unsur kalimat yang berlebihan. Unsur yang berlebihan itu dapat berupa penggunaan kata yang sama artinya atau pemakaian kata tugas yang tidak perlu.Contoh:
a. Para ibu-ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.
b. Di dalam tubuhnya terdapat banyak virus-virus yang membahayakan.
c. Remaja harus mengetahui akan bahaya narkoba.
d. Bagi siswa yang mengisi acara pensi harap segera menghubungi panitia.
Kalimat pertama dan kedua berlebihan dalam hal pemakaian kata para dan banyak yang menunjukkan makna jamak. Maka, kata berikutnya tidak perlu diulang. Kalimat ketiga dan keempat tidak perlu memakai kata tugas akan dan bagi. Jadi, kalimat yang benar ialah:
a. Para ibu sedang mengikuti penyuluhan hidup sehat dan bersih.
b. Di dalam tubuhnya terdapat banyak virus yang membahayakan.
c. Remaja harus mengetahui bahaya narkoba.
d. Siswa yang mengisi acara pensi harap segera menghubungi panitia.

4. Pilihan kata tidak tepat
Ketidakefektifan atau ketidakcermatan penyusunan kalimat juga dapat disebabkan karena pilihan kata tidak tepat. Hal ini dapat dipengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau pengaruh bahasa asing.  Selain itu, ketidakpahaman terhadap arti sebuah kata menyebabkan penggunaan kata tersebut tidak tepat.Contoh
a.Kepada yang pernah ke gunung ini pasti akan merasakan dinginnya udara di sini.
b.Kenikmatan mie buatannya menggemparkan warga sekitarnya.
c.Rumahnya besar sendiri dibandingkan rumah-rumah tetangganya. 
            Kalimat pertama terdapat ketidakcocokan antara kata pernah dan akan. Kata pernah menunjukkan sudah dilakukan, bertentangan dengan kata akan yang baru atau belum dialami. Seharusnya kata akan diganti dengan sudah. Kata depan kepada juga sebaiknya dihilangkan.  Kalimat kedua ketidaktepatan pada kata menggemparkan. Kata ini berkonotasi negatif yang berarti membuat panik. Padahal kenikmatan adalah suatu kesenangan dan dalam hal ini berkaitan dengan urusan rasa. Maka, frasa yang tepat adalah membuat takjub. Kalimat ketiga kata besar sendiri dipengaruhi bahasa daerah gede dewe, yang tepat adalah paling besar. Jadi, perbaikannya
a. Mereka yang pernah ke gunung ini pasti sudah merasakan dinginnya udara di sini.
b. Kenikmatan mie buatannya membuat takjub warga sekitarnya.
c. Rumahnya paling besar dibandingkan dengan rumah-rumah tetangganya.

C. Kalimat yang Cermat, tetapi tidak Komunikatif
            Kalimat yang disampaikan oleh pembicara secara lisan atau penulis secara tertulis mungkin saja telah sesuai dengan kaidah bahasa, namun jika penyampaiannya tidak lugas dan padat, dapat menyulitkan komunikan untuk memahaminya. Sebuah kalimat dapat saja penyusunannya sudah cermat tapi tidak komunikatif. Hal ini dapat terjadi karena hal-hal berikut ini. 

1. Kalimat terlalu luas atau berbentuk kalimat majemuk kompleks
.Kalimat yang terlalu luas atau panjang dapat mengaburkan maksud yang sebenarnya dari kalimat tersebut. Meskipun penyusunannya tidak menyalahi kaidah gramatikal, namun karena kata yang dipergunakan banyak dan bercabang, dapat menyebabkan pesan yang dikandungnya jadi tidak dapat ditangkap secara utuh.:
a.. Karena dalam kurikulum itu bidang studi Bahasa Indonesia mendapat tempat yang teratas berdasarkan alokasi waktu yang disediakan untuk pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu 8 jam pelajaran seminggu, sedangkan untuk bidang studi yang lain berkisar dari 2 sampai dengan 6 jam seminggu, pelajaran
b Bahasa Indonesia dianggap sangat penting dalam rangka mencapai pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, yaitu untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan.Bahasa Indonesia yang oleh Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 diakui sebagai bahasa nasional dipakai di seluruh Indonesia, di daerahdaerah yang berbeda-beda latar belakang kebahasaan, kebudayaan, kesukuan, dan di dalam lapisan masyarakat yang berbeda-beda pula latar belakang pendidikannya
               Dua contoh kalimat di atas merupakan kalimat luas atau panjang karena terdapat klausa-klausa perluasan subjek dan predikat. Uraian kalimat yang terlalu luas itu sulit dicerna jika disampaikan secara lisan, dan juga harus dibaca lebih dari sekali untuk memahaminya dalam bentuk tulisan. Kalimat dapat diperpendek agar lebih mudah dan cepat dipahami dalam bentuk berikut ini.
a. Dalam kurikulum itu, bidang studi Bahasa Indonesia mendapat tempat teratas, yaitu 8 jam pelajaran seminggu, sedangkan untuk bidang studi yang lain berkisar 2 sampai 6 jam seminggu. Karena itu, pelajaran Bahasa Indonesia dianggap penting dalam rangka mencapai pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, yaitu untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan
b. .Bahasa Indonesia yang dalam sumpah Pemuda telah diakui sebagai bahasa nasional dipakai di seluruh Indonesia yang memiliki keragaman bahasa, budaya, suku, dan lapisan masyarakat yang berbeda-beda latar belakang pendidikannya.

2. Kalimat yang terperinci namun pengertiannya secara umum sudah diketahui
Kalimat yang cenderung panjang kemungkinan dibebani dengan penjelasan yang harus terperinci. Namun, adakalanya kalimat dapat panjang karena menggunakan keterangan yang tidak perlu. Keterangan tersebut secara umum sudah diketahui oleh pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, penjelasan tersebut dapat diganti dengan kata yang sepadan tetapi lebih hemat.Contoh:
a. Hari ini, Rudi menggunakan baju dengan kerah pendek yang biasa orang pakai untuk salat di masjid.
b. Andi memasukkan angin ke dalam ban sepeda agar ban itu kembali dapat dijalankan.
Kalimat di atas terlalu panjang dan tidak efektif. Kedua kalimat di atas dapat diganti dengan kalimat berikut.
a. Hari ini, Rudi memakai baju koko.
b. Andi memompa ban sepedanya agar dapat jalan lagi.

3. Kalimat tidak logis
            Kalimat yang disampaikan secara cermat juga dapat tidak komunikatif karena tidak logis. Kalimat seperti ini dapat menyebabkan salah penafsiran sehingga menimbulkan pemahaman dan tanggapan yang berbeda.Contoh:
a. Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,
b. Pemenang terbaik ke-2 akan mendapatkan voucher belanja seharga 2 juta rupiah.
Kalimat pertama memang tidak logis karena tidak mungkin dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dapat membuat karya tulis selesai. Kalimat kedua tidak logisnya pada kata terbaik. Makna kata terbaik adalah paling baik, jadi tidak ada terbaik kedua. Kalimat di atas dapat diperbaiki menjadi:a. Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena karya tulis ini dapat penulis selesaikan. Atau Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini. b.Pemenangke-2akan mendapatkan voucher belanja seharga 2 juta rupiah.

D. Menggunakan Kalimat yang Efektif dan Santun
               Dalam komunikasi, bukan hanya penyampaian kalimat yang efektif dan komunikatif yang harus diperhatikan, tetapi juga kesantunan dalam berbahasa. Kalimat yang santun lebih ditujukan untuk penghormatan kepada mitra bicara atau komunikan. Penyampaian kalimat memang harus tetap efektif, cermat, dan komunikatif juga bernilai rasa bagus dan santun.  Untuk menyampaikan kalimat yang santun, harus dipertimbangkan pula penggunaan kosakata baku dan pilihan kata yang sewajarnya serta tidak berkonotasi kurang baik. Dengan kalimat yang efektif dan santun, tanggapan yang muncul dari mitra komunikasi juga akan berkesan baik..
Perhatikanlah contoh kalimat di bawah ini
.1a. Agar kami dapat memberikan nilai pada pekerjaan Saudara, kami perlu data pribadi Saudara.
Bandingkan dengan:
1b. Agar kami dapat mengevaluasi pekerjaan Saudara, kami membutuhkan data pribadi Saudara.2a. Yang kami tahu selama ini, belum ada siswa yang dikeluarkan karena kasus narkoba.
Bandingkan dengan
2b. Sepengetahuan kami, belum ada siswa yang dikeluarkan karena kasus narkoba.
3a. Setelah membaca surat Saudara tertanggal 4 Juli 2007 dengan nomor surat 122/PC-3/2007, maka kami kirimkan surat balasan...
Bandingkan dengan:
3b. Menjawab surat Saudara tertanggal 4 Juli 2007, Nomor 122/PC-03/2007, kami sampaikan bahwa...
4a. Untuk menyambut tamu yang kita hormati, kami harap hadirin berdiri.
Bandingkan dengan:
4b. Untuk menyambut tamu kehormatan kita, kami mohon kesediaan hadirin untuk berdiri.
5a. Kami ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian kami tersebut.Bandingkan dengan:
5b. Kami menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian kami tersebut.
Kalimat b lebih terasa santun daripada kalimat a.


Referensi
Iskak, Ahmad dan Yustinah. 2008. Bahasa Indonesia tataran Semenjana. Jakarta: Erlangga
Tim MASTER (Modul Acuan Siswa Terampil). Tanpa tahun. Bahasa Indonesia. Klaten: TIM AVIVA
http://mgmpbinsmk.blogspot.com/2012_11_01_archive.html